Persahabatan yang terpisahkan oleh
waktu
Tiga tahun yang lalu, tepatnya saat masih duduk di
kelas 2 SMA saya mempunyai 5 orang
sahabat yang sangat baik, pengertian dan juga solid.
Persahabatan yang saya lalui bersama dimulai saat
kegiatan ekstrakulikuler di sekolah yaitu rohani islam yang biasa dikenal
dengan nama ROHIS, awalnya saya belum mengenal semua anggota ROHIS karena saya
termasuk anggota baru disana.
Setelah 3 bulan menjalankan kegiatan ini saya diberi
amanah oleh pengurus sebelumnya menjadi pengurus ROHIS untuk menggantikan
jabatan yang sudah selesai, saya pun terkejut mendengar berita ini terkejut dan
kaget seakan belum bisa menerima amanah yang telah diberikan. Mandat yang
disampaikan oleh pengurus sebelumnya adalah “kamu harus yakin bisa menerima
amanah ini dengan sebaik mungkin”, dan mandat yang terakhir adalah “kamu harus
bisa kordinasi dengan pengurus yang lainnya”, saya pun akhirnya percaya diri
untuk bisa menerima amanah yang telah diberikan dan langsung berkordinasi
dengan pengurus lainnya.
Pengurus itu berjumlah 5 orang dari berbagai jurusan
di SMA saya berkenalan dengan mereka satu per satu ternyata ada 4 orang wanita
dan 1 orang laki-laki disini lah awal mula persahabatan dimulai saya saling
bertukar pikiran, saling kerja sama dan saling menghargai.
Saya mengusulkan untuk diberikan nama pada
persahabatan ini yaitu 6 serangkai yang melambangkan solidaritas tinggi yang
erat, dan sahabat-sahabat saya setuju dengan nama yang diusulkan.
Selama menjalani persahabatan ini saya mengalami
banyak rintangan harus kadang pulang malam untuk sekedar membicarakan susunan
kerja bersama sahabat, tapi saya menjalankan dengan ikhals penuh tanggung jawab
dan semangat selalu.
Di saat saya sudah beranjak naik ke kelas 3 SMA
kegiatan rohis yang saya ikuti ini mulai perlahan jarang mengikutinya karena
sibuk dengan bimbel persiapan ujian nasional.
Walaupun jarang mengikuti tapi saya masih bisa
sempat untuk rohis kalau libur bimbel, waktu terasa begitu cepat tidak terasa
saya pada bulan april 2013 akan melaksanakan ujian nasional tentu saja bersama
5 sahabat.
1 bulan kemudian hari yang dinanti datang yaitu
pengumuman kelulusan saya sangat deg-degan dan cemas untuk melihat hasil
pengumumuan kelulusan ini, ternyata saya lulus sontak rasa gembira, senang
bercampur aduk jadi satu.
Yang terakhir adalah acara perpisahan yang
dilaksanakan pada 22 MEI 2013dan juga pertemuan terakhir saya bersama 5 sahabat
tercinta untuk menggapai masa depannya masing-masing, jadi persahabatan tidak
selamanya abadi seiring waktu yang terus berjalan dan persahabatan akan
terpisahkan oleh waktu tetapi rasa cinta, sayang, peduli akan selalu masih ada
hingga sekarang.
Sahabat itu teman curhat tidak ada istilah stress ketika dirundung masalah
seberat apapun masalah itu kalau kita mempunyai sahabat. Dalam hal ini sahabat
bisa menjadi temapat untuk cerita, teman curhat yang nyaman. Kita bisa
ngungkapin semua selain kepada keluarga (kalau jauh dari keluarga), sahabat itu
adalah dewa penolong butuh bantuan atau pertolongan pasti akan dibantu dan bisa
kasih solusi. Tapi bukan berarti setiap masalah harus lari ke sahabat , yang
paling baik menyelesaikan masalah dengan sendiri baru ke keluarga lalu ke teman
dekat yaitu sahabat dan jangan lupa minta pertolongan kepada tuhan.
Sahabat itu cermin bagi diri kita, rujukan tempat kita mengekspresikan
diri. Sahabat itu seperti tubuh, bila tubuh kita salah satu sakit, maka yang
lain akan merasa sakit. Misalnya kalau kaki kita terantuk batu, pasti dengan
mulut refleks akan bilang “aduh”, tangan langsung mengusap dan mengobatinya,
tanpa diminta dan tanpa disuruh, begitu juga seorang sahabat dia akan punya
kesadaran diri kalau sahabatnya sedang dalam kesulitan, dan itu dilakukan atas
dasar keikhlasan bukan paksaan apalagi pamrih.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar